NIM : 225 706 316 052
JURUSAN : TPI/ICT
“Teknologi Penangkapan Ikan serta Kaitannya dengan Berbagai
Disiplin Ilmu”
I. Pembangunan Teknologi Penangkapan
Ikan
Teknologi
penangkapan ikan adalah seperangkat alat, teknik/cara atau proses yang
digunakan untuk mempermudah segala pekerjaan dalam memenuhi kebutuhan dalam
penangkapan ikan. Teknologi penangkapan ikan merupakan terapan dari berbagai
disiplin ilmu pengetahuan. Teknologi penangkapan ikan ini terdiri dari :
v Teknologi
bahan dan peralatan penangkap ikan (fishing
gear and materials),
v Teknologi
kapal penangkap ikan dan perlengkapannya (fishing
vessels and auxiliaries),
v Metode
dan operasi penangkapan ikan (fishing
methods and operations),
v Ilmu
tingkah laku ikan (fish behaviour),
v Teknologi
pendeteksian dan penentuan posisi ikan (fish
detection and location),
v Teknologi
pengembangan perikanan tangkap (identification
and development of new fisheries).
Pembangunan
teknologi penangkapan ikan mengalami perkembangan yang signifikan dari waktu ke
waktu seiring dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada awalnya
penangkapan ikan masih menggunakan alat-alat yang sederhana, tetapi setelah
adanya penemuan-penemuan besar di abad pertengahan seperti mesin uap, pembuatan kapal
baja dsb, maka bidang perikanan pun mengalami kemajuan dengan
dioperasikannya kapal penangkap ikan bermesin uap yang dapat melayari perairan
yang jauh.
Pembangunan
teknologi perikanan senantiasa berkembang seiring perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi dari berbagai disiplin ilmu yang memudahkan manusia dalam
melakukan kegiatan penangkapan ikan. Namun penggunaan teknologi yang ada harus
dilakukan secara bijaksana sehingga tidak terjadi tragedi teknologi dalam
bidang perikanan seperti halnya tragedi bom atom, teknologi menyebabkan
kerusakan bagi manusia. Intinya adalah perkembangan perikanan secara menyeluruh
baik dari aspek alat penangkapan atau media penangkapan harus memiliki disiplin
ilmu sehingga dapat menopang kegiataan perikanan dimasa yang akan datang.
Hadirnya teknologi modern dalam ilmu perikanan membawa perubahan yang
signifikant sehingga memudahkan manusia dalam menerapkan ilmu perikanan
tersebut dalam sumberdaya perikanan yang ada namun tetap alami.
Deskripsi umum perkembangan teknologi dalam perikanan
A.
Perkembangan Alat Penangkapan Ikan
Teknologi
penangkapan ikan sebagai salah satu disiplin ilmu, merupakan himpunan
pengalaman praktis para nelayan dari generasi ke generasi mulai disusun dan
dikembangkan pada awal abad ke 20. Berbagai teori tentang ilmu penangkapan ikan
dikembangkan oleh para ilmuwan, antara lain : Professor F.J. Baranov (Rusia), Professor M.Tauti, A.Von Brandt (Jerman), Ben-Yami (Israel), serta
berbagai temuan lanjutan yang dikembangkan oleh para ahli lainnya telah
memberikan sumbangan terhadap kemajuan teknologi penangkapan ikan, khususnya
pengatahuan yang berkaitan antara alat tangkap, kapal Perikanan, alat bantu
penangkapan ikan serta ikan sebagai obyek penangkapan.
Alat
penangkapan ikan telah digunakan oleh manusia sejak jaman purba. Di masa lalu
manusia memburu jenis ikan sasarannya secara aktif menggunakan peralatan
sederhana, antara lain : tulup, tombak, lembing,
panah, pancing. Pada umumnya alat penangkapan ikan yang mereka gunakan
terbuat dari bahan alami yang ada di sekitar tempat hidup mereka: batu, kulit
kerang, kayu, bamboo, tulang, gigi binatang. Penangkapan ikan secara pasif di
perairan dangkal, di masa lalu dilakukan dengan membuat perangkapikan terbuat
dari tanah, batu, ranting pohon, bamboo, rotan, batang kayu berongga.
Ditemukannya
cara penangkapan dengan menggunakan jaring yang terbuat dari benang alami
(natural fibre), merupakan langkah awal kemajuan dalam penerapan teknologi
penangkapan ikan. Penggunaan jaring semakin meluas sebagai bahan untuk membuat
berbagai alat penangkapan ikan, antara lain : jaring insang, bubu, tangkul,
jalatebar, payang dan lain-lain. Kemudian teknologi penangkapan ikan berkembang
kian pesat,hingga ditemukannya teknologi modern, meliputi: sarana apung
(kapal), alat tangkap, alat bantu penangkapan ikan, alat navigasi, alat bantu
pemikat ikan .Perkembangan sarana apung digunakan oleh nelayan dimulai dari
penggunaan rakitmeningkat menjadi jukung dengan tenaga dayung, kemudian semakin
meningkat nelayan menggunakan perahu dengan memanfaatkan layar dan tenaga
angin. Setelah itu dengan ditemukannya pembuatan kapal-kapal berteknologi maju
serta mesin penggerak mekanik,antara lain : tenaga uap, mesin diesel dan
bensin, maka jangkauan dan daya jelajah nelayanberoperasi menangkap ikan
menjadi semakin jauh dan berani menempuh lautlepas. Penggunaan alat tangkap
berukuran besar pada Perikanan tangkap berskala industri telah membantu nelayan
dalam meningkatkan perolehan hasil tangkapan.
B.
Perkembangan
Mesin Bantu Penangkapan.
Perkembangan
teknologi dalam penggunaan alat penangkap ikan dewasa ini merupakan
penyempurnaan bentuk dan konstruksi alat. Sebagai contoh : semakin meningkat ukuran
alat tangkap, maka semakin luas bentangan cakupan area penangkapan,dengan
harapan akan meningkatkan perolehan hasil tangkapan, untuk itu diperlukan
peningkatan daya (kekuatan) tenaga dan kecepatan penanganannya baik pada saat
setting maupun pada saat hauling.Penggunaan mesin bantu penangkapan pada kapal
perikanan modern denganteknologi tinggi (hi-tec) telah membantu nelayan dalam
mempermudah penanganan alat tangkap, secara efektif dan efisien, antara lain:
v Kapal
purse seiner, dilengkapi dengan mesin bantu penangkapan terdiri dari :
power block, winch, triplex, net
hauler
v Kapal
tuna longliner dilengkapi dengan alat bantu :
line hauler, line thrower, line
arranger, line caster
v Kapal
pukat ikan, dilengkapi dengan alat bantu :
trawl
winch, cargo winch, net drum
v Kapal
gillneter, dilengkapi dengan alat bantu :
ball
roller, net hauler, net caster, line hauler
Penerapan
teknologi dalam kegiatan penangkapan ikan, khususnya padaarmada kapal Perikanan
skala industri membutuhkan nelayan terlatih, berpendidikan yang mampu memadukan
pengalaman praktis dan ilmu pengetahuan teoritis.
C.
Komponen
Mesin Bantu Penangkapan Ikan
Perangkat
“ Alat Bantu Penangkapan Ikan “ (Fishing
Machinery), di Kapal dan perahu penangkap ikan, pada umumnya digunakan
untuk memperingan kerja dan mempermudah penanganan alat penangkap ikan, dengan
harapan dapat meningkatkan efisiensi waktu, biaya dan tenaga.Berdasarkan
komponen penyusunannya, maka mesin bantu penangkapan dapat diuraikan atas empat
bagian pokok : (a). Kerangka dan pondasi, (b). Tenaga penggerakmula, (c).
Sistim transmisi dan (d). Alat kerja.
Hubungan
Ilmu Perikanan di Bidang Penangkapan Ikan dengan Ilmu Lainnya
1.
Ilmu fisika
Dalam
ilmu fisika cahaya sangat membantu dalam proses penangkapan ikan, cahaya
memberikan solusi terbaik dalam membantu penangkapan ikan khususnya dalam
mengumpulkan ikan diperairan. Sebagian ikan yang berada di permukaan maupun
yang ada di dasar perairan ada yang tertarik pada cahaya sehingga tertarik
untuk mendekati cahaya. Peristiwa tersebut dikatakan sebagai fototaksis
positif, ada juga ikan yang menjauhi cahaya tersebut dan peristiwa ini
dikatakan sebagai fototaksis negative, namun perlu diketahui ikan-ikan yang
berkumpul di dekat cahaya tidak selamanya hanya tujuan fototaksis semata
melainkan ada juga yang bertujuan untuk mencari makan, ikan-ikan tersebut
beranggapan bahwa cahaya juga dapat menarik perkumpulan fitiplankon sehingga
ikan –ikan yang mencari makanan mendatangi cahaya tersebut untuk memakan
fitoplankton tersebut ataupun memangsa ikan-ikan kecil disekitar cahaya.
Penggunaan cahaya ini biasa silakukan oleh kapal-kapal ikan penangkap tertentu
misalnya bagan, rumpon dan lain sebagainya. Penggunaan cahaya ini dimanfaatkan
untuk tujuan mengumpulkan ikan agar pengoprasian penangkapan lebih mudah untuk
dilakukan.
Dalam
ilmu fisika juga banyak ilmu didalamnya mengenai linkungan tempat tinggal ikan
serta mengenai alat yang digunakan dalam menangkap ikan secara modern. Misalnya
penggunaa alat untuk mendeteksi ikan seperti ikan tuna dsb, temperatur perairan
tempat tinggal ikan, kecerahan, gelombang serta arus untuk dapat kita
mengetahui posisi yang tepat dalam menangkap gerombolan ikan.
2.
Ilmu kimia
Dalam
ilmu kimia, banyak ilmu didalamnya mengenai cara menangkap ikan, namun lebih
berorientasi pada pembudidayaan ikan. Karena ilmu digunakan apabila sebelum
menangkap beberapa ikan maka diukur tingkat salinitas dan pH untuk menegetahui
letak ikan tersebut dan setelah ditangkap ikan ini dapat dibudidayakan dengan
tingkat saliniats dan pH yang sama dengan lingkungan aslinya.
3.
Ilmu Biologi
Dalam
ilmu biologi, kita dapat mempelajari tubuh, fisiologi, anatomi, serta
organ-organ yang bekerja pada tubuh ikan
yang satu dengan ikan yang lain sangat signifikan perbedaannya. Sehingga pada
saat menangkap ikan kita dapat melihat penjelasan tadi maka kita dapat membuat
jaring yang modern yang mata jaringnya sesuai dengan apa yang kita ingin
tangkap. Misalnya ikan bandeng yang ditangkap dengan gill net modern yang
dirancang dengan mata jaring yang sesuai dengan bentuk tubuh dari ikan bandeng.
4.
Ilmu Ekologi
Dalam
ilmu ekologi, kita dapat mengetahui lingkungan dari ikan yang akan ditangkap
sehingga penangkapannya sesuai target yang telah ditetapkan serta mendapatkan
hasil banyak. Misalnya didaerah mana habitat ikan tuna, pada kedalaman berapa
ikan tuna berada, dan serta berasosiasi dengan ikan apa, lain-lain sebagainya.
5.
Ilmu Psikologi
Dalam
ilmu psikologi, kita dapat mengetahui behavior (tingkah laku) ikan baik yang
biasa maupun yang tidak biasa. Sehingga memudahkan kita untuk menangkap ikan
secara modern. Misalnya penggunaan alat tangkap bantu ikan seperti rumpon yang
modern.
DAFTAR PUSTA
Beth Kapsan Mesin Bantu Penangkapan Ikan. http://www.scribd.
com. Diakses pada tanggal 23 desember
2009.
Pembangunan Teknologi Penangkapan Ikan http://alpachri-nusatelu.blogspot. com. html. Diakses pada
tanggal 14 Desember 2010.








0 komentar:
Post a Comment